Jambi, katigamagz.com – Kesiapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan pelabuhan diuji melalui simulasi penanganan kebakaran dan ancaman bom di Terminal Petikemas Pelindo Talang Duku, Jambi.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi bersama Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jambi menggelar drill Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan melibatkan sejumlah unsur yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
Simulasi tersebut tidak hanya menguji kemampuan petugas menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tetapi juga melihat kesiapan menghadapi temuan benda mencurigakan yang berpotensi menjadi ancaman keamanan.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi Febrianto Zenny Sulistyo Hari Murti mengatakan latihan menjadi bagian dari upaya membangun budaya K3 sekaligus memastikan personel memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Melalui drill ini, kami melatih kesiapan Tim Tanggap Darurat dalam menghadapi kondisi darurat yang sesungguhnya. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas SOP pengamanan yang telah diterapkan,” kata Febrianto dikutip dari Antara.
Menurutnya, aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan tidak dapat dipisahkan dalam aktivitas operasional pelabuhan. Karena itu, kesiapan personel perlu diuji secara berkala, termasuk melalui simulasi yang melibatkan berbagai pihak.
“Keselamatan, kesehatan kerja, dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dalam simulasi kebakaran, peserta dilatih menggunakan APAR sebagai tindakan awal untuk mengendalikan api sebelum situasi berkembang lebih besar. Latihan tersebut sekaligus menguji respons Tim Tanggap Darurat terhadap potensi insiden yang dapat mengganggu keselamatan pekerja maupun aktivitas di terminal.
Sementara dalam skenario ancaman bom, peserta mendapat pembekalan dari Subden 2 Jibom Sat Brimob Polda Jambi. Kasubden 2 Jibom AKP Yudianto bersama Ipda Suwandi menjelaskan jenis-jenis ancaman bom, prinsip dasar penanganan, serta langkah awal ketika menemukan benda mencurigakan.
Materi tersebut menekankan pentingnya tindakan yang tepat sejak awal agar potensi risiko tidak semakin besar. Penanganan benda mencurigakan selanjutnya dilakukan oleh personel yang memiliki kewenangan dan keahlian khusus.
Latihan melibatkan KSOP Pelabuhan Kelas III Talang Duku, KSKP Pelabuhan Talang Duku, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Jambi, Pemerintah Desa Talang Duku, serta Pelindo Jambi Group yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT IPC Terminal Petikemas, PT Pelindo Jasa Maritim, PT Berkah Industri Mesin Angkat, MTI, dan JAI.
Keterlibatan lintas instansi menjadi bagian dari pengujian koordinasi saat terjadi keadaan darurat. Di kawasan pelabuhan, penanganan insiden tidak hanya menyangkut keselamatan pekerja, tetapi juga keamanan area, kelancaran operasional, dan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan.
Dari latihan tersebut, Pelindo akan mengevaluasi kecepatan respons, koordinasi antarunsur, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Hasil evaluasi akan digunakan untuk memperbaiki prosedur dan meningkatkan kesiapan personel. Dengan begitu, penerapan K3 tidak berhenti pada aturan dan penggunaan alat keselamatan, tetapi menjadi bagian dari kesiapan menghadapi risiko yang benar-benar dapat terjadi di lingkungan kerja.(*)






