Jakarta, katigamaz.com – Dalam era Society 5.0, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotisasi telah menjadi tulang punggung operasional industri modern. Transformasi ini menuntut pendekatan baru dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap aktivitas industri kini dituntut untuk didukung oleh sistem keselamatan berbasis AI, robotika, serta Internet of Things (IoT).
AI menawarkan potensi signifikan dalam meningkatkan efektivitas penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) dan Process Safety Management (PSM). Dengan kemampuan analisis data secara real-time, prediksi risiko, serta sistem peringatan dini, AI mampu membantu industri menekan angka kecelakaan kerja, meningkatkan produktivitas, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi. Namun demikian, tantangan utama masih terletak pada bagaimana mengintegrasikan teknologi ini secara optimal ke dalam sistem manajemen dan operasi yang telah berjalan.
Menjawab kebutuhan tersebut, Seminar AI-K3 yang diselenggarakan Majalah KATIGA bersama Perkumpulan Profesi Ahli K3 Indonesia (P2AK3I) hadir sebagai forum strategis untuk memberikan wawasan komprehensif, pengetahuan aplikatif, serta contoh nyata implementasi AI dalam mendukung SMK3 dan PSM di industri. Seminar ini akan menghadirkan pembicara dari kalangan pimpinan perusahaan, akademisi pakar AI bidang K3 dari ITB, serta pakar AI internasional. Kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi panel sebagai ruang kolaboratif dalam merumuskan masa depan K3 Indonesia di era kecerdasan buatan.

Seminar yang didesain gratis untuk peserta terbatas ini didukung oleh perusahaan sponsor seperti PT Selaras Anaam Sena, BPJS Ketenagakerjaan, ADHI Karya dan ADHI Jalintim Riau, PT Petro One, Petro 1, PLN Nusantara Power Services, United Tractors, PT Perusahaan Gas Negara Tbk., PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), Pertamina Drilling Indonesia (PDSI), dll.
Selain menawarkan wawasan, seminar yang diselenggarakan Majalah KATIGA bekerjasama dengan Perkumpulan Profesi Ahli K3 Indonesia (P2AK3I) ini memberikan manfaat konkret bagi berbagai pemangku kepentingan, antara lain:
Bagi Industri:
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan AI untuk SMK3 dan PSM guna meningkatkan efisiensi serta menurunkan angka kecelakaan kerja.
- Mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasi AI untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.
- Mendapatkan insight langsung dari praktisi mengenai pengalaman nyata penerapan AI di lapangan.
Bagi Pengambil Keputusan:
- Mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasi AI terkait SMK3 dan PSM, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat.
- Membuka wawasan tentang penggunaan big data untuk menentukan kebijakan K3 yang lebih tepat, bukan sekadar asumsi atau pengalaman.
Bagi Profesional K3:
- Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan AI terkait SMK3 dan PSM sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi.
- Sangat relevan bagi praktisi K3, engineer, hingga manajemen untuk meningkatkan skill dan daya saing di era industri 4.0–5.0.
- Meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan risiko dan keselamatan kerja.
Bagi Akademisi (Dosen K3):
- Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi dosen tentang aplikasi AI terkait SMK3 dan PSM, sehingga dapat mengembangkan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri..
- Meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian dan pengembangan teknologi AI terkait SMK3 dan PSM.
- Meningkatkan kerjasama dengan industri dalam pengembangan dan implementasi AI terkait SMK3 dan PSM.
Seminar akan diselenggarakan pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 21 Mei 2026
- Waktu: 08.00 – 15.30 WIB
- Tempat: Convention Hall, Bidakara Hotel Jakarta
- Peserta: ±150 orang (pimpinan perusahaan migas, praktisi K3, akademisi, dan regulator)
Seminar AI-K3 menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi K3 berbasis teknologi di Indonesia, dari sekadar kepatuhan menuju sistem keselamatan yang prediktif, adaptif, dan berkelanjutan.







