Manokwari, katigamagz.com – Pembayaran klaim program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Manokwari, Papua Barat, mengalami peningkatan hingga pertengahan Maret 2026. BPJS Ketenagakerjaan setempat mencatat nilai klaim yang telah disalurkan mencapai Rp19,39 miliar dari total 1.308 pengajuan.
Kepala BPJamsostek Manokwari Gery Dame Malelak mengatakan nilai tersebut meningkat sekitar 34 persen dibandingkan periode Februari 2026. Lonjakan terjadi seiring bertambahnya pengajuan dari sejumlah program jaminan sosial serta penyaluran beasiswa bagi anak peserta.
“Kalau Februari 2026 kemarin, kami bayarkan 1.009 kasus atau klaim senilai Rp14,44 miliar,” kata Gery di Manokwari, Rabu.
Program Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi kontributor terbesar dengan 1.062 klaim senilai Rp13,92 miliar. Selain itu, Jaminan Kematian (JKM) tercatat sebanyak 162 klaim dengan total pembayaran Rp4,95 miliar.
Sementara itu, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tercatat lima klaim dengan nilai manfaat Rp78,79 juta. Adapun program Jaminan Pensiun (JP) mencatat 19 klaim senilai Rp195,46 juta, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebanyak 11 klaim dengan total Rp27,25 juta.
BPJamsostek Manokwari juga menyalurkan beasiswa sebesar Rp210 juta kepada 49 anak peserta. Menurut Gery, peningkatan terjadi pada seluruh program, baik dari sisi jumlah pengajuan maupun nilai pembayaran.
“Semua program Jamsostek dan penyaluran beasiswa mengalami peningkatan baik dari sisi nilai maupun jumlah klaim,” ujarnya.
Secara bulanan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada klaim Jaminan Pensiun yang meningkat 90 persen. Disusul Jaminan Kecelakaan Kerja naik 67 persen, Jaminan Hari Tua meningkat 30 persen, Jaminan Kehilangan Pekerjaan tumbuh 22 persen, serta Jaminan Kematian naik 21 persen.
Penyaluran beasiswa untuk anak peserta juga meningkat 44 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Gery menilai kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya pemanfaatan program jaminan sosial ketenagakerjaan oleh pekerja maupun pemberi kerja di wilayah tersebut.






