Pabrik Sepatu Ekspor di Pekalongan Masih Butuh 15 Ribu Pekerja

Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman melakukan kunjungan ke pabrik sepatu PT. Hardases Abadi Indonesia (HAI) di Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (26/05/2026). (Foto : Pemkab Pekalongan)
Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman melakukan kunjungan ke pabrik sepatu PT. Hardases Abadi Indonesia (HAI) di Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (26/05/2026). (Foto : Pemkab Pekalongan)

Pekalongan, katigamagz.com – Kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar masih menjadi tantangan sekaligus peluang di Kabupaten Pekalongan. PT Hardases Abadi Indonesia (HAI), perusahaan manufaktur sepatu yang memproduksi merek Adidas untuk pasar ekspor, tercatat masih membutuhkan sekitar 15 ribu pekerja tambahan.

Saat ini, perusahaan yang beroperasi di Desa Sampih, Kecamatan Wonopringgo, tersebut baru merekrut sekitar 5.000 karyawan dari total kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 20 ribu orang.

Bacaan Lainnya

Besarnya kebutuhan tenaga kerja itu terungkap dalam kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman ke pabrik tersebut, Selasa (26/5/2026). Menurutnya, kapasitas penyerapan tenaga kerja yang masih terbuka menjadi peluang besar bagi warga lokal di tengah upaya menekan angka pengangguran.

“Sampai hari ini pabrik sepatu PT HAI baru merekrut 5.000 karyawan, sehingga masih sangat banyak tenaga kerja khususnya dari warga Kabupaten Pekalongan yang insya Allah akan tertampung dan bekerja di PT HAI ini,” kata Sukirman.

Kehadiran PT HAI menjadi salah satu investasi industri terbesar yang masuk ke Kabupaten Pekalongan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini memproduksi sepatu bermerek Adidas yang dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

Di tengah perlambatan sektor padat karya di sejumlah daerah, ekspansi industri alas kaki di Pekalongan justru membuka ruang kerja baru bagi masyarakat. Mayoritas pekerja yang telah direkrut berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pekalongan, mulai dari Kajen, Sragi, hingga Wonopringgo.

Sukirman menilai dampak perusahaan tidak hanya terlihat dari bertambahnya lapangan kerja, tetapi juga dari efek berantai terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

“Tadi saya menyaksikan langsung dan berdialog dengan para karyawan, mereka berasal dari Kabupaten Pekalongan. Artinya, dengan keberadaan pabrik sepatu PT HAI ini, multiplier effect-nya sangat luar biasa,” ujarnya.

Pemerintah daerah mengaitkan keberadaan industri tersebut dengan membaiknya sejumlah indikator ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pekalongan pada 2025 mengalami penurunan, disertai pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan angka kemiskinan yang mulai menurun.

“Faktanya kemudian di tahun 2025, meskipun pabrik sepatu PT HAI ini baru beroperasi kurang lebih enam bulan, namun angka dari Badan Pusat Statistik menunjukkan hasil yang cukup membanggakan. Tingkat pengangguran terbuka menurun drastis, pertumbuhan ekonomi tumbuh pesat, dan tingkat kemiskinan perlahan turun,” kata Sukirman.

 

Pos terkait