Lima Pekerja Terluka dalam Ledakan Stasiun Pengatur Gas di Musi Banyuasin

Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP. (Foto: dok. Polres Musi Banyuasin)
Pihak kepolisian saat melakukan olah TKP. (Foto: dok. Polres Musi Banyuasin)

Musi Banyuasin, katigamagz.com –  Insiden ledakan terjadi di fasilitas Metering Regulating Station (MRS) jaringan gas alam yang tengah dikerjakan di belakang Kantor Camat Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (11/6/2026) siang. Lima pekerja terluka dan harus menjalani perawatan setelah terkena serpihan logam dan tekanan udara akibat ledakan tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat tim teknis melakukan pengujian instalasi sebelum fasilitas dioperasikan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, sebelum pekerjaan dimulai sebanyak 10 pekerja telah mengikuti briefing dan menjalankan prosedur persiapan pengujian.

Bacaan Lainnya

Dalam proses tersebut, tim menggunakan gas nitrogen (N2) yang lazim dipakai untuk pengujian tekanan dan kebocoran pada sistem perpipaan maupun instalasi gas.

Namun saat salah satu tabung nitrogen dialirkan ke Pressure Regulator Station (PRS) atau perangkat pengatur tekanan gas, tiba-tiba terjadi ledakan yang disertai kepulan asap hitam dari dalam unit.

Ledakan itu menghancurkan sebagian box PRS dan menyebabkan serpihan plat besi terpental ke area sekitar. Lima pekerja yang berada di dekat lokasi menjadi korban.

Selain terkena serpihan logam, para korban juga mengalami dampak akibat gelombang tekanan udara yang muncul saat ledakan terjadi.

Seluruh korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan operasional menuju Rumah Sakit Daerah Sungai Lilin untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban diketahui merupakan pekerja dari PT Kian Santang Muliatama Tbk yang terlibat dalam pekerjaan instalasi fasilitas gas tersebut.

Mendapat laporan kejadian, jajaran Polsek Babat Supat langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi menemukan bekas ledakan serta serpihan plat besi yang berserakan di sekitar fasilitas.

“Petugas mendapati bekas ledakan serta serpihan plat besi yang berserakan di lokasi,” kata Kasi Humas Polres Musi Banyuasin AKP Hutahaean, Jumat (12/6/2026).

Untuk kepentingan penyelidikan, area kejadian telah dipasangi garis polisi. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga kini polisi masih menyelidiki sumber ledakan. Belum dapat dipastikan apakah insiden dipicu oleh kegagalan peralatan, kesalahan prosedur saat pengujian, atau faktor teknis lainnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko pekerjaan pada sektor migas dan infrastruktur energi, terutama saat tahapan pengujian sistem yang melibatkan tekanan tinggi.

Meski nitrogen merupakan gas inert yang tidak mudah terbakar, proses pengujian tetap memiliki potensi bahaya apabila terjadi kegagalan pada peralatan atau sistem yang digunakan.

 

Pos terkait