Kecelakaan Kerja di Dapur MBG Pandeglang, Pegawai Alami Luka dan 23 Jahitan

Seorang pekerja dapur SPPG Cigeulis 004 bernama Andis Fahrul Fami mengalami luka robek pada kaki hingga harus menjalani 23 jahitan setelah terjatuh saat bekerja pada Rabu (3/6/2026) dini hari. (Foto : Ilustrasi/AI)
Seorang pekerja dapur SPPG Cigeulis 004 bernama Andis Fahrul Fami mengalami luka robek pada kaki hingga harus menjalani 23 jahitan setelah terjatuh saat bekerja pada Rabu (3/6/2026) dini hari. (Foto : Ilustrasi/AI)

Pandeglang, katigamagz.com – Kecelakaan kerja yang menimpa seorang pegawai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang memunculkan perhatian terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di fasilitas produksi makanan pemerintah.

Seorang pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Cigeulis 004 bernama Andis Fahrul Fami mengalami luka robek pada kaki hingga harus menjalani 23 jahitan setelah terjatuh saat bekerja pada Rabu (3/6/2026) dini hari.

Bacaan Lainnya

Informasi tersebut dibenarkan Muhani, orang tua korban yang juga warga Kampung Cigeulis. Menurut dia, insiden terjadi sekitar pukul 03.00 WIB saat aktivitas produksi makanan masih berlangsung.

“Informasinya saat sedang memasak dan mengangkat nasi, Andis terjatuh. Kakinya terkena penutup saluran air yang terbuat dari kaleng hingga mengalami luka cukup parah,” kata Muhani.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban saat itu sedang mengangkat nasi dalam proses produksi makanan untuk program MBG. Ketika melangkah mundur, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kaki korban kemudian mengenai penutup saluran air berbahan kaleng yang berada di area dapur sehingga menyebabkan luka robek cukup dalam.

Andis membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan saat itu menggunakan sandal antiselip, namun alas kaki yang dikenakannya tetap terasa licin ketika digunakan bekerja.

“Saat saya sedang mengangkat nasi, sandal yang saya gunakan licin kemudian saya terjatuh. Kaki saya terkena penutup saluran air hingga mengalami luka,” ujarnya.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Cigeulis untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Puskesmas Cigeulis, H. Endang Mulyadi, membenarkan pihaknya menangani korban yang datang dengan luka pada bagian kaki. Menurut dia, tim medis melakukan tindakan penjahitan sebanyak 23 jahitan.

“Benar, ada pasien bernama Andis, pegawai dapur MBG, yang datang untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka pada bagian kaki,” katanya.

Setelah menjalani perawatan, kondisi korban dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang sekitar pukul 05.00 WIB.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG MBG Cigeulis 004 terkait evaluasi yang dilakukan setelah insiden tersebut maupun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pos terkait