Serang, katigamagz.com – Kepolisian Daerah Banten menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) sebagai bagian dari persiapan menghadapi peringatan Hari Buruh atau May Day. Latihan ini digelar di Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (20/4/2026), dengan melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah.
Simulasi tersebut dihadiri Kapolda Banten Hengki, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusuma, Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, serta Kasrem 064/Maulana Yusuf Letkol Inf Bayu Sigit Dwi Untoro.
Dalam skenario yang diperagakan, aksi unjuk rasa digambarkan berkembang dari kondisi kondusif menjadi ricuh. Massa disebut melakukan pelemparan, perusakan fasilitas umum, hingga aksi pembakaran menggunakan molotov.
Aparat kemudian melakukan pemadaman, pembubaran massa, serta mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.
“Dalam simulasi ini diperagakan tahapan eskalasi situasi, mulai dari kondisi kondusif, provokasi, pelemparan terhadap petugas, hingga perusakan dan penjarahan oleh pengunjuk rasa,” ujar Hengki.
Ia menambahkan, simulasi juga mengantisipasi kemungkinan penyusupan kelompok tertentu dalam aksi, seperti yang pernah terjadi pada Agustus–September 2025.
Menurut Hengki, latihan ini menjadi bagian dari kesiapan aparat dalam mengamankan rangkaian kegiatan Hari Buruh, sekaligus memastikan koordinasi lintas instansi berjalan optimal.
“Kegiatan ini merupakan wujud kesiapan Polda Banten bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman kepada para buruh,” katanya.
Meski demikian, hingga saat ini kepolisian belum menerima informasi adanya rencana aksi besar di wilayah hukum Polda Banten. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan serikat pekerja, termasuk KSPSI.
Sebagai alternatif, sejumlah kegiatan sosial direncanakan digelar untuk memperingati Hari Buruh, seperti bakti kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga kegiatan hiburan bagi masyarakat.
“Sebagai gantinya, kami melaksanakan kegiatan positif bersama TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Polda Banten juga menyiapkan pengawalan bagi buruh yang akan mengikuti peringatan May Day di Jakarta, termasuk menuju kawasan Monas pada 1 Mei.
“Pengawalan dilakukan agar arus lalu lintas tetap lancar dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya.






