Menaker dan 29 Perusahaan Terima Penghargaan WISCA 2025

Suasana Penghargaan WISCA 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Suasana Penghargaan WISCA 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta.

Jakarta, katigamagz.com – Bertempat di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, World Safety Organization (WSO) Indonesia menyelenggarakan penghargaan WISCA (WSO Indonesia Safety Culture Award) 2025. Acara yang tergolong sukses ini dihadiri dari berbagai kalangan, para tokoh K3, praktisi K3, pengurus perusahaan dan undangan spesial Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli.

WSO Indonesia memandang perlu untuk mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam membangun budaya K3 di perusahaan masing-masing. Karena itu, sejak 2020, WSO Indonesia rutin menggelar WISCA.

“WISCA bukan perlombaan. Tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan aspek K3 dengan baik dan telah menjadikan K3 sebagai budaya di perusahaan,” kata Soehatman Ramli, Chairman WSO Indonesia.

Lewat WISCA, WSO Indonesia terus mendorong kalangan industri di Indonesia untuk terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaannya masing-masing.

Sejak dihelat pertama kali, tercatat 114 perusahaan di Indonesia yang telah mencapai kematangan budaya K3. Kematangan budaya K3 adalah tingkat kedewasaan suatu organisasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip K3 dalam seluruh aspek operasi dan budaya perusahaan.

Terdiri lima tingkatan yaitu Patologis (1), Reaktif (2), Kalkulatif (3), Proaktif (4), dan Generatif (5). “Semakin tinggi tingkatan kematangan budaya yang dicapai, semakin bagus tingkat penerapan K3 di perusahaan. Kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga menjadi sangat rendah,” kata Soehatman.

Penerima Penghargaan WISCA kategori Platinum.
Penerima Penghargaan WISCA kategori Platinum.

Pada gelaran WISCA 2025, WSO Indonesia memberikan apresiasi kepada 29 perusahaan. Yaitu sembilan perusahaan kategori Platinum (tingkat budaya Generatif), 19 perusahaan kategori Gold (Proaktif), dan satu perusahaan kategori Silver (Kalkulatif).

Menurut Soehatman, ada peningkatan cukup signifikan dalam kategori Platinum. “Tahun ini ada 9 perusahaan yang meraih penghargaan Platinum, tahun sebelumnya hanya 7. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaan masing-masing,” katanya.

Hal positif dari kegiatan WISCA, tambah Soehatman, kasus kecelakaan kerja dan penyakit terkait kerja dari perusahaan-perusahaan tersebut bisa diminimalisir serendah mungkin.

Menaker RI Prof. Yassierli saat menerima Penghargaan WISCA kategori WSO Concerned Citizen yang diberikan oleh Soehatman Ramli (Chairman WSO Indonesia).
Menaker RI Prof. Yassierli saat menerima Penghargaan WISCA kategori WSO Concerned Citizen yang diberikan oleh Soehatman Ramli (Chairman WSO Indonesia).

Menaker Terima Penghargaan

Pada gelaran keenam tahun 2025 ini, WSO Indonesia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah berkontribusi besar dalam kemajuan dunia K3 Indonesia, baik individual maupun corporate.

Salah satunya adalah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli. Orang nomor satu di Kementerian Ketenagakerjaan ini menerima Penghargaan WSO Concerned Citizen.

Menurut Soehatman, penghargaan ini diberikan karena sebagai warga, Menaker selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi bagi kemajuan K3 Indonesia. Prof. Yassierli selama ini dikenal sebagai pakar Ergonomi dari ITB.

Selain Menaker, penghargaan serupa juga diberikan kepada Dr. Mirza Mahendra. Ia dinilai telah berkontribusi bagi kemajuan keselamatan Migas.

WSO Indonesia juga memberikan penghargaan kepada sejumlah CEO. Ada tujuh pimpinan perusahaan yang menerima penghargaan WSO Concerned CEO-Top Leadership.

Masing-masing Dr. Joko Triraharjo dari PT Putra Perkasa Abadi, Avep Disasmita (PT Pertamina Drilling Services Indonesia), Didiek Hartantyo (PT Kereta Api Indonesia), Achmad Khoiruddin(PT Badak NGL), Faried Iskandar Dozyn (PT Patra Drilling Contractor), Esa Wisnu Prabowo (PT Prima Armada Raya). Selanjutnya  Gamal Imam Santoso (PT Pertamina Gas).

Untuk kategori perusahaan, WSO Indonesia memberikan penghargaan kepada PT Kilang Pertamina Internasional II Dumai dan PT Kerry Ingridients Indonesia.

Selanjutnya untuk kategori profesional, WSO Indonesia memberikan penghargaan kepada Dr. Adithya Sudirano (ITS), R. Amiroel Pribadi Maduretno (ITPB), dan Dr. Ir. Hanifa Handayani (ITPB).

Untuk organisasi, penghargaan diberikan kepada Serikat Pekerja Pertamina RU III-FSPPB. Kategori transportasi, WSO Indonesia memberikan penghargaan kepada PT Prima Armada Raya.

Terakhir, WSO Indonesia juga memberikan penghargaan kepada PT Phitagoras Training & Consulting untuk kategori WSO Concerned Educational.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *