Ribuan Petugas Kereta Api Jalani Sertifikasi untuk Jaga Keselamatan Perjalanan

Petugas kereta api jalani sertifikasi untuk jaga keselamatan perjalanan. (Foto : dok. PT KAI)
Petugas kereta api jalani sertifikasi untuk jaga keselamatan perjalanan. (Foto : dok. PT KAI)

Jakarta, katigamagz.com – Perjalanan kereta api yang tiba tepat waktu di stasiun tidak hanya bergantung pada masinis. Di balik operasional yang terlihat lancar, ada ribuan petugas yang bekerja bergantian selama 24 jam untuk menjaga perjalanan tetap aman.

Mereka bekerja di berbagai lini, mulai dari pengatur perjalanan kereta api, petugas pengendali operasi, pemeriksa jalur rel, teknisi sarana dan prasarana, hingga penjaga perlintasan. Seluruh pekerjaan itu saling terhubung dalam sistem operasional yang berjalan nyaris tanpa jeda.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, mengatakan keselamatan perjalanan kereta dibangun dari disiplin dan ketelitian para petugas di lapangan.

“Kereta api merupakan moda transportasi yang memiliki sistem operasional sangat detail. Setiap petugas memegang peran penting dan seluruh proses harus berjalan presisi. Karena itu setiap insan perkeretaapian wajib memiliki kompetensi, kesiapan, dan disiplin tinggi sebelum menjalankan tugas operasional,” kata Anne, Kamis (7/6/2026).

KAI mencatat jumlah pekerja operasional yang mengantongi sertifikasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 terdapat lebih dari 14 ribu pekerja tersertifikasi. Jumlah itu bertambah menjadi sekitar 15.983 pekerja pada 2023, lalu 16.186 pekerja pada 2024, dan mencapai 19.167 pekerja pada 2025.

Tahun ini, perusahaan menargetkan 18.297 pekerja tersertifikasi yang tersebar di berbagai bidang operasional. Mereka terdiri dari awak sarana perkeretaapian, pengatur perjalanan kereta api, pemeriksa sarana, tenaga perawatan jalur rel dan jembatan, hingga penjaga jaga lintas.

Menurut Anne, setiap petugas wajib melewati tahapan pendidikan, pelatihan, uji kompetensi, hingga sertifikasi sebelum bertugas. Selain itu, perusahaan juga rutin menggelar simulasi operasional dan penyegaran kemampuan untuk menjaga kesiapan petugas menghadapi situasi di lapangan.

“Dalam operasional kereta api, keputusan yang diambil petugas harus cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Karena itu proses pembentukan kompetensi dilakukan secara berkelanjutan agar setiap petugas siap menghadapi berbagai kondisi operasional di lapangan,” ujarnya.

Selain kesiapan sumber daya manusia, pemeriksaan sarana dan prasarana juga dilakukan secara rutin. Pengecekan mencakup jalur rel, wesel, sinyal, jembatan, hingga kondisi kereta sebelum beroperasi.

Namun operasional kereta api juga dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal. Pelanggaran di perlintasan sebidang, pelemparan kereta, pencurian aset, hingga gangguan cuaca seperti banjir dan longsor masih menjadi persoalan yang dihadapi di lapangan.

Untuk mengurangi risiko, KAI menggunakan aplikasi Safety Railway Information (SRI) yang memungkinkan pegawai melaporkan potensi bahaya dalam operasional perjalanan kereta. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari mitigasi keselamatan.

“Setiap perjalanan kereta api yang berjalan aman sesungguhnya dijaga oleh banyak insan yang bekerja penuh disiplin selama 24 jam,” pungkas Anne.

Pos terkait