Kukar, katigamagz.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan langkah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada sektor pertambangan. Selama ini, sektor tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar tenaga kerja lokal.
Melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, pemerintah daerah merancang program pemberdayaan agar warga memiliki alternatif penghasilan di luar tambang.
Pelaksana Tugas Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan program ini disiapkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperkuat ekonomi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat punya pilihan, tidak hanya bergantung pada satu sektor,” ujar Dendy.
Ia menilai, ketergantungan pada sektor tambang menyimpan risiko. Ketika aktivitas industri melambat, dampaknya langsung terasa pada pendapatan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah mulai membuka peluang usaha baru yang bisa dikembangkan warga secara mandiri. Skema yang disiapkan masih dalam tahap pembahasan di internal pemerintah.
Setelah konsep dimatangkan, program tersebut akan melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar. Menurut Dendy, perusahaan memiliki peran dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program yang mereka jalankan.
“Kami akan koordinasikan dengan perusahaan. Di dalam rencana mereka ada program untuk masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, meski kewenangan pemerintah daerah terbatas dalam urusan teknis perusahaan, kerja sama tetap bisa dilakukan agar program berjalan efektif.
Ke depan, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada pekerjaan di sektor tambang, tetapi juga memiliki usaha sendiri sebagai sumber penghasilan tambahan.
“Paling tidak, ada alternatif. Jadi ketika sektor tambang terganggu, masyarakat tetap punya pegangan,” pungkasnya.






