Malang, katigamagz.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menekankan agar masuknya investasi di wilayahnya berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Dalam dua tahun terakhir, nilai investasi meningkat, namun belum sepenuhnya diikuti penambahan lapangan kerja bagi warga setempat.
Data pemerintah daerah menunjukkan realisasi investasi pada 2024 mencapai Rp2,8 triliun dan meningkat menjadi Rp3,1 triliun pada 2025. Pada tahun ini, Pemkot Malang menargetkan investasi kembali bertambah hingga Rp3,2 triliun.
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan peningkatan investasi harus dibarengi komitmen perusahaan untuk merekrut tenaga kerja dari Kota Malang. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menekan tingkat pengangguran.
“Kami sudah meminta investor yang masuk harus menyerap tenaga kerja lokal. Jangan sampai ambil dari luar daerah. Tahun ini kami menargetkan angka pengangguran di bawah 5,5 persen,” ujar Arif.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang tercatat 6,10 persen pada Agustus 2024 dan turun menjadi 5,69 persen pada Agustus 2025. Pemerintah daerah menilai angka tersebut masih perlu ditekan melalui peningkatan serapan tenaga kerja.
Pemkot Malang juga memfokuskan perhatian pada sektor yang selama ini menjadi penyumbang investasi terbesar, yakni perhotelan dan kuliner. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja cukup besar, termasuk untuk posisi dasar operasional.
“Hotel itu kan paling banyak. Kami minta jangan ambil tenaga dari luar, padahal kebutuhan seperti cleaning service, ballroom, itu bisa diisi tenaga lokal,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah mulai mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai alternatif penciptaan lapangan kerja baru. Meski demikian, kontribusi sektor tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan.
“Ekonomi kreatif ini jadi salah satu yang bisa menekan TPT, makanya akan digenjot juga. Tapi untuk data resminya memang belum masuk ke kami,” pungkas Arif.






