Program Revitalisasi Sekolah Libatkan Ratusan Ribu Pekerja dan UMKM

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. (Foto : Kantor Staf Presiden)
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari. (Foto : Kantor Staf Presiden)

Jakarta, katigamagz.com – Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada perbaikan fasilitas pendidikan, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Kantor Staf Presiden mencatat program tersebut menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menggerakkan puluhan ribu pelaku usaha.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengatakan setiap proyek revitalisasi sekolah melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Dengan ribuan titik pembangunan yang berjalan, jumlah pekerja yang terlibat pun meningkat signifikan.

“Data yang diterima KSP menunjukkan bahwa setiap satu sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat. Jadi ada 16 ribu titik yang bergerak dengan sekian jumlah pekerja. Secara keseluruhan, tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, tenaga kerja yang terlibat berasal dari berbagai bidang, mulai dari tenaga teknis seperti insinyur dan pengawas proyek hingga pekerja pendukung lainnya. Aktivitas pembangunan tersebut ikut menggerakkan ekonomi di sekitar lokasi proyek.

Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga berdampak pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sekitar 58 ribu UMKM terlibat dalam penyediaan kebutuhan proyek, mulai dari bahan bangunan hingga perlengkapan sekolah.

“Program ini juga menyumbang pada pendapatan daerah melalui pajak dan konsumsi lokal,” kata Qodari.

Dari sisi pendidikan, program revitalisasi ditujukan untuk meningkatkan kualitas sarana belajar, termasuk perbaikan ruang kelas, fasilitas sanitasi, hingga lingkungan sekolah yang lebih aman dan sehat.

“Memastikan ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, termasuk area perbaikan toilet atau pembuatan toilet, serta fasilitas pembelajaran yang optimal. Ini adalah investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi masa depan,” ujarnya.

Pemerintah awalnya menargetkan perbaikan 10 ribu sekolah pada 2025. Namun, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi lebih dari 16 ribu sekolah. Hingga Maret 2026, sebagian besar proyek telah selesai, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14,1 triliun guna melanjutkan program revitalisasi di lebih dari 11 ribu satuan pendidikan. Pemerintah juga berencana memperluas cakupan program hingga puluhan ribu sekolah tambahan dengan usulan anggaran baru yang tengah dibahas.

Qodari menilai perluasan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis proyek pembangunan.

“Jadi kalau kita lihat, ini komitmen Presiden Prabowo untuk pendidikan sangat kuat,” katanya.

Pos terkait